Honorer K2 Layak Mendapat Afirmasi Kompetensi Teknis 100%

Sangkolan.com – Honorer K2 Layak Mendapat Afirmasi Kompetensi Teknis 100%, Didi Suprijadi, Mantan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mendorong pemerintah untuk memberikan afirmasi kompetensi teknis sebesar 100 persen kepada honorer K2 pada seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021.

baca juga : Kepala BKN : Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK Dimulai 30 Juni

Hal ini agar menghindari kesan ketidakadilan untuk peserta seleksi terutama bari guru honorer K2, dibanding dengan poin afirmasi yang diberikan kepada lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

Didi mengatakan bahwa pemerintah terkesan diskriminatif kepada calon peserta seleksi dari guru honorer K2 dengan calon peserta seleksi lulusan PPG yang belum pernah berpengalaman menjadi guru.

baca juga : Kepala BKN : Mendikbudristek Tidak Tahu Pemda Kesulitan Anggaran Untuk Seleksi PPPK
Honorer K2 Layak Mendapat Afirmasi Kompetensi Teknis 100%

baca juga : Kebijakan Kemendikbud Bagi Guru Honorer Tanpa Formasi PPPK 2021

Selaku Pembina Forum Pendidik Tenaga Honorer dan Swasta Indonesia (FPTHSI), Didi mengungkapkan bahwa sangat tidak adil bagi guru honorer K2 yang hanya diberikan tambahan nilai kompetensi teknis sebesar 10 persen dan 15 persen untuk afirmasi usia dalam seleksi PPPK 2021 ini. Hal tersebut berbanding jauh dengan lulusan PPG yang belum pernah terjun menghadapi permasalahan pendidikan di sekolah malah mendapatkan nilai afirmasi penuh 100 persen.

Baca Latihan Soal PPPK Terbaru

Honorer K2 Layak Mendapat Afirmasi Kompetensi Teknis 100%

Didi mengusulkan agar guru honorer K2 yang masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) diberikan nilai afirmasi yang sama dengan peserta seleksi dari lulusan PPG.

  Bagaimana Nasib Guru Honorer Lulus PPPK 2021 Tetapi Tak Ada Formasi ?

Dia menyebutkan bahwa ada beberapa pertimbangan utama agar honorer K2 layak mendapatkan afirmasi nilai kompetensi teknis 100 persen.

Pertama, Guru honorer sudah berpengalaman dalam hal mendidik siswa Sedangkan peserta yang baru lulus PPG baru menguasai teori saja dan belum berpengalaman dalam hal mengajar.

Kedua, Para Guru Honorer Telah memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik minimal 5 tahun. Sehingga afirmasi poin setara dengan guru yang berserdik bisa diberikan sebagai penghargaan terhadap jasa dan pengabdiannya selama ini.

Kemudian, Tidak semua guru yang mempunyai sertifikat pendidik memiliki pengalaman mendidik. Sedangkan Guru honorer K2 sudah dapat dipastikan mempunyai pengalaman dalam hal mendidik.

Terakhir, Hasil keputusan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan menPAN-RB, BKN, dan KASN pada selasa, 15 September 2015 untuk memberikan prioritas honorer K2 diangkat menjadi PNS setelah melalui verifikasi terhadap 439.956 orang. Keputusan ini, kata Didi, seharusnya mengikat dan dijadikan landasan bukan sebaliknya. (dikutip dari jpnn)

Dia menilai Tidak ada salahnya apabila pemerintah memberikan tambahan nilai atau afirmasi.

Afirmasi ini bukan saja pada kompetensi teknis, tetapi juga tes manajerial dan sosiokultural. Jadi hanya dengan mengikuti tes wawancara guru honorer K2 bisa diluluskan menjadi PPPK.

“Ingat, guru honorer adalah guru yang selama ini mengabdi di instansi pemerintahan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.