IGD RSUD Syamrabu Bangkalan Lockdown !

Sangkolan.com | Managemen RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh (Syamrabu) Bangkalan memutuskan untuk me-lockdown pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD) terkait kasus Covid-19 yang semakin melonjak.

Selain itu, terungkap pula beberapa tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 juga terpapar. Salah satu dokter meninggal.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RS Syarifah Ambami, dr Farhat Suryaningrat mengungkapkan, ada puluhan orang yang terinfeksi Covid-19.

igd rsud bangkalan lockdown
IGD RSUD Bangkalan Lockdown

“Totalnya ada sebanyak 18 orang yang terjangkit (Covid-19),” seperti yang kami kutip dari jpnn.

Jumlah yang terkonfirmasi positif tersebut antara lain apoteker, dokter, teknisi radiologi, pengelola ruangan, tata usaha, dan satpam masing-masing 1 orang.

Kemudian dari analis dan front office yang terkonfirmasi positif masing-masing dua orang.

Menurutnya, manajemen RS Syamrabu telah menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Apabila awalnya hanya 20 tempat tidur, sekarang sudah mencapai 90 tempat tidur. Namun, penambahan tak mampu menghentikan lonjakan kasus.

Ia menjelaskan, pasien Covid-19 yang dirawat di RS Syamrabu kebanyakan warga Kecamatan Arosbaya dan Klampis. Kondisi semua pasien yang datang ke rumah sakit semakin memburuk.

“Kondisi pasien yang dirawat Januari rata-rata ringan dan sedang. Sekarang rata-rata kasusnya parah,” jelasnya

Farhat mengatakan, layanan ruang gawat darurat (IGD) di rumah sakitnya akan lockdown hingga 8 Juni 2021. Dinas kesehatan setempat akan terus melacak sumber penularan dengan melakukan tracing.

“Mudah-mudahan hari Selasa kita bisa bekerja seperti biasa,” pungkas Farhat.