Tata Cara Shalat Idul Adha Di Rumah Sendiri Lengkap Dengan Niat Dan Bacaannya Menurut MUI

Tata cara shalat Idul Adha Sangkolan.com – tata cara sholat idul adha di rumah sendiri bisa dilaksanakan apabila tau niat dan bacaanya. Niat sholat idul adha arab dan artinya akan kami bagikan kali ini.

baca juga : Cara Cek BPUM BRI Tahap 3 dan Cara Mencairkan BPUM Tahap 3

Hari Raya Idul Adha 1442 H tahun ini jatuh pada Selasa 20 Juli 2021. Banyak pastinya yang mencari tata cara sholat idul adha berjamaah.

Pelaksaan shalat Idul Adha tahun ini bertepatan dengan PPKM Mikro, Pemerintah menghimbau agar sholat idul adha di rumah saja.

Pada artikel ini kami bagikan tata cara shalat Idul Adha di rumah sendiri lengkap dengan niat dan bacaannya menurut MUI.

baca juga : Twibbon Nahdlatul Ulama (NU) Idul Adha 1442 H Tahun 2021

Tata Cara Shalat Idul Adha Di Rumah Sendiri Lengkap Dengan Niat Dan Bacaannya Menurut MUI
Tata Cara Shalat Idul Adha Di Rumah Sendiri Lengkap Dengan Niat Dan Bacaannya Menurut MUI

baca juga : 45 Twibbon Idul Adha 2021, Bingkai Foto Ucapan Idul Qurban 2021/1442 H

Tata Cara Sholat Idul Adha Di Rumah

1. Disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbi sebelum melaksanakan shalat idul adha.
2. Menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah sebelum melaksanakan shalat idul adha.
3. Memulai dengan niat sholat Idul Adha.

Niat Sholat Idul Adha Sendiri

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

baca juga : Cara Membuat Twibbon Idul Adha Yang Menarik

Niat Sholat Idul Adha Berjamaah

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
Lalu membaca doa iftitah

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

5. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

SubhanalLah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha ilal-Lahu wal-lahu Akbar

Artinya: Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

baca juga : Pendaftaran PPPK Guru Kemenag Resmi Dibuka, Guru Kelas Formasi Terbanyak

6. Membaca surah al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah yang pendek dari Alquran.
7. Ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
8. Saat rakaat kedua, sebelum membaca Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”
9. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.

baca juga : Cek eform.bri.co.id/bpum Untuk Cek Penerima BPUM BRI Tahap 3, Ambil Antrian Online dan Catat Jadwal Pencairannya

Ketentuan Shalat Idul Adha 2021 Saat PPKM Mikro

Ketentuan pelaksanaan Shalat Idul Adha berdasarkan SE Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Penyelenggaraan Qurban 2021.

Dalam hal Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan penyampaian Khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit;

b. Jemaah Shalat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;

c. Panitia Shalat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;

d. Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Shalat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid;

e. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha sampai selesai;

f. Setiap jemaah membawa perlengkapan shalat masing-masing, seperti sajadah, mukena dan lain-lain;

g. Khatib diharuskan menggunakan masker dan facehield pada saat menyampaikan khutbah Shalat Hari Raya Idul Adha;

h. Seusai pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan fisik.

baca juga : Kumpulan Latihan Soal TryOut PPPK Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)