Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pak Nana adalah guru baru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika sedang berjalan menuju ke kelas untuk mengajar, ia tidak sengaja mendengar percakapan beberapa orang murid yang sedang membicarakan dirinya.

Sahabat Sangkolan, Berikut ini adalah Pak Nana adalah guru baru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika sedang berjalan menuju ke kelas untuk mengajar, ia tidak sengaja mendengar percakapan beberapa orang murid yang sedang membicarakan dirinya. Ia menangkap bahwa murid-murid tersebut beranggapan dirinya tidak objektif dalam menilai karena cenderung pilih kasih dan banyak memberikan tugas yang tidak diperiksa, sehingga waktu mereka habis hanya untuk mengerjakan tugas tersebut. Jika Anda adalah Pak Nana, tindakan apa yang dapat dilakukan oleh Anda dan alasannya?

Pak Nana adalah seorang guru baru yang dengan semangat mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Seperti seorang guru baru pada umumnya, ia memiliki tekad untuk memberikan yang terbaik kepada murid-muridnya dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Namun, pada suatu hari, ketika menuju ke kelas untuk mengajar, Pak Nana secara tidak sengaja mendengar percakapan beberapa murid yang membicarakan dirinya. Percakapan tersebut mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan di benaknya.

Pak Nana adalah guru baru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika sedang berjalan menuju ke kelas untuk mengajar, ia tidak sengaja mendengar percakapan beberapa orang murid yang sedang membicarakan dirinya.
Pak Nana adalah guru baru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika sedang berjalan menuju ke kelas untuk mengajar, ia tidak sengaja mendengar percakapan beberapa orang murid yang sedang membicarakan dirinya.


Dalam percakapan tersebut, Pak Nana menangkap bahwa murid-muridnya merasa bahwa ia tidak objektif dalam menilai kinerja mereka. Mereka menganggapnya cenderung pilih kasih, memberikan tugas yang tidak diperiksa, dan akibatnya, mereka harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Reaksi pertama yang muncul dalam pikiran Pak Nana adalah perasaan kebingungan dan kekecewaan. Namun, sebagai seorang guru yang ingin tumbuh dan berkembang, ia menyadari pentingnya menghadapi kritik dan meresponsnya dengan bijak.

Langkah Pertama: Menerima Kritik Sebagai Peluang

Sebagai langkah pertama, Pak Nana memutuskan untuk menerima kritik tersebut sebagai peluang untuk pertumbuhan pribadi dan perbaikan. Ia memahami bahwa kritik, meskipun terkadang sulit untuk diterima, adalah cara bagi murid-muridnya untuk menyampaikan perasaan dan kekhawatiran mereka. Menerima kritik dengan hati terbuka adalah langkah yang bijak, karena hal ini akan membantu dalam memahami perspektif murid-murid dan memperbaiki pendekatan pengajaran.

Langkah Kedua: Berbicara dengan Murid-Murid

Pak Nana juga memutuskan untuk berbicara langsung dengan murid-murid yang terlibat dalam percakapan tersebut. Ia ingin mendengarkan keluhan mereka dan menjelaskan atau memperbaiki persepsi yang mungkin salah. Ini adalah langkah yang penting untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antara guru dan murid. Dengan berbicara langsung, Pak Nana dapat menghilangkan ketidakpastian dan membangun kepercayaan.

Langkah Ketiga: Introspeksi dan Evaluasi Diri

Selain mendekati murid-murid, Pak Nana merenung dan melakukan introspeksi diri. Ia menyadari bahwa introspeksi adalah langkah penting dalam pengembangan pribadi. Dalam hal ini, ia perlu menjawab pertanyaan seperti apakah ada kebenaran dalam kritik tersebut, apakah ia telah memberikan tugas yang sesuai, dan apakah ia benar-benar objektif dalam penilaiannya. Introspeksi diri adalah cara untuk mengenali kelemahan dan kekuatan, dan ini akan membantu Pak Nana dalam perbaikan sebagai seorang guru.

Kesimpulan: Mengubah Kritik Menjadi Peluang

Pak Nana menghadapi tantangan yang tak terduga dalam perjalanannya sebagai guru baru. Namun, ia memilih untuk menghadapi kritik tersebut dengan bijak dan positif. Tindakan yang ia ambil untuk menerima kritik, berbicara dengan murid-murid, dan melakukan introspeksi diri adalah langkah-langkah yang dapat membantunya mengubah kritik menjadi peluang untuk pertumbuhan dan perbaikan. Sebagai seorang guru, Pak Nana ingin menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan murid-muridnya, dan kritik ini adalah salah satu cara yang dapat membantu dalam mencapai tujuan tersebut.


halaman selanjutnya :

halaman 2

Soal: Jika Anda adalah Pak Nana, tindakan apa yang dapat dilakukan oleh Anda dan alasannya?

Jawaban: Sebagai Pak Nana, langkah-langkah yang dapat saya ambil adalah:

- Menerima kritik sebagai peluang untuk pertumbuhan dan perbaikan, karena ini akan membantu dalam memahami perspektif murid-murid dan memperbaiki pendekatan pengajaran.

- Berbicara langsung dengan murid-murid yang terlibat dalam percakapan tersebut, untuk mendengarkan keluhan mereka, menjelaskan atau memperbaiki persepsi yang mungkin salah, dan membangun hubungan yang lebih baik antara guru dan murid.

- Melakukan introspeksi diri, untuk mengenali kelemahan dan kekuatan, dan memperbaiki diri sebagai seorang guru.

Penjelasan: Tindakan-tindakan ini membantu dalam mengatasi kritik dengan bijak, meresponsnya dengan positif, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Pak Nana adalah guru baru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika sedang berjalan menuju ke kelas untuk mengajar, ia tidak sengaja mendengar percakapan beberapa orang murid yang sedang membicarakan dirinya. Ia menangkap bahwa murid-murid tersebut beranggapan dirinya tidak objektif dalam menilai karena cenderung pilih kasih dan banyak memberikan tugas yang tidak diperiksa, sehingga waktu mereka habis hanya untuk mengerjakan tugas tersebut. Jika Anda adalah Pak Nana, tindakan apa yang dapat dilakukan oleh Anda dan alasannya?

a. Berpikir positif dengan mencoba menerima informasi tersebut sebagai masukan guna meningkatkan kemampuannya dalam mengajar sesuai dengan kebutuhan murid dan memberikan teladan bagi murid.

b. Mencoba melihat sudut pandang lain, kemudian menghampiri murid-murid dan berusaha menghentikan obrolan tentang diri anda dalam rangka mendekatkan diri dengan murid-murid.

c. Mencoba melihat siapa saja yang terlibat dalam diskusi tersebut, dan berencana untuk memanggil mereka ke ruang guru setelah selesai mengajar. Dengan begitu murid-murid akan lebih mengenal Anda sebagai guru yang objektif.

d. Menenangkan diri untuk mengenali dan menerima perasaan yang muncul karena perlu adanya introspeksi diri akan kesalahan-kesalahan.

e. Membahas secara terbuka dan berkala perihal ketidaksukaan murid-murid di kelas. Hal tersebut dilakukan agar memperoleh transparansi komunikasi dalam kelas.

Kunci jawaban: A

Demikian artikel terbaru kami mengenai , Semoga Bermanfaat.

Baca Juga :

Gabung Grup Guru Berbagi 

WA : https://bit.ly/3NeVa0Z 

Tele : https://bit.ly/3AYIXWZ